TULISAN JALAN

Welcome to ilfan.ID, blognya Santri N'dablek

Baik Atau Buruk, Jangan-Jangan Kita Termasuk Di Dalamnya


Manusia adalah Jembatan Kebaikan 

Tidak dapat dinafikan bahwa baik dan buruk merupakan dua hal yang berpasangan layaknya sebuah pilihan. Sering kali kita mendengar bahwa hidup adalah pilihan. Dan itu memang benar ada nya. Namun relevansinya semua tergantung pada diri kita masing-masing. Tidak ada satupun manusia yang tidak baik, sekalipun ia buta akan ilmu pasti akan ada sisi-sisi tertentu yang membuat nya terlihat baik. Begitupun sebaliknya, sisi keburukan tak bisa kita hindari sekalipun kaya akan ilmu. Lantas bagaimana untuk mengatasi hal itu semua ?
“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari pada hari ini”

Bukan kah kita sangat sering mendengar kata-kata populer di atas ?. Pernahkah kita berfikir sebenarnya apa makna tersirat dibalik pepatah tersebut? Mari kita renungkan kembali. Baik ataupun buruk, keduanya dapat diukur dengan banyak perspektif. Perspektif sosial, budaya, dan mungkin pada norma-norma tentunya. Bahkan ukuran baik tidak bisa dilihat dari kilasnya mata memandang. Barangkali si Fulan menganggap ia baik karena tawadu’nya dan tidak menutup kemungkinan kepada Fulanah yang mempunyai pendapat yang sama. Tetapi bagaimana dengan Fulan-Fulanah yang lain ?

الناس في الخيير أربعة : منهم من يفعله ابتداء، و منهم من يفعله اقتداء، و منهم من يتركه استحسانا، و منهم من يتركه حرمانا

“Manusia terbagi menjadi empat golomgan dalam mengerjkan kebaikan: ada yang mengerjakan atas inisiatif sendiri, ada yang mengerjakannya karena ikut-ikutan, sebagian mereka ada yang meninggalkannya untuk mencari yang lebih baik; ada yang meninggalkannya karena terpaksa”

Beberapa hal yang tentunya perlu kita pegang erat walaupun hanya istilah kecil dan sepele. Namun hal inilah yang biasanya dapat membuat kita untuk selalu meng-upgrade dan mengevaluasi diri bagaimana diri kita sesungguhnya.

Akhlakul Karimah
Ya, akhlak memang hal yang pertama kali harus kita junjung tinggi. Akhlak tidak serta-merta kepada teman atau sanak saudara. Namun akhlak yang paling utama adalah akhlak kepada Allah Swt. melihat bagaimana Ibadah kita kepada Allah Swt. terutama pada ibadah yang wajib. Apakah Allah akan rugi jika hambanya meninggalkan ibadah ? apakah Allah akan keberatan jika hambanya tidak melaksanakan perintah Nya? Coba renungkan ! sebenarnya siapa yang akan rugi jika kita tak punya akhlak kepada Allah. Memang tidak mudah untuk melaksanakan secara keseluruhan. Jika kemauan dan keistiqomahan itu ada, maka semuanya tidak akan ada yang berat. Sebab manusia dalam kodratnya sudah di settingsedemikian rupa untuk menanggung beban yang adil di dunia. Kuncinya adalah pembiasaan. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara istiqomah dan hanya diniatkan lillah, maka untuk akhlak-akhlak yang lain seperti kepada orang tua, guru, sanak saudara, akan mengikutinya. 

Bersikap Huznudzan
Pentingkah kita mempunyai perasangka yang baik ? kapan perasangka jelek itu datang ? tentu kita sudah mempunyai ukuran masing-masing. Adakalanya kita juga penting untuk melihat atau berfikir mengapa berperasangka baik itu penting. Hasil dari beberapa pertanyaan itu terjawab pada diri kita sendiri. Jiwa dan hati akan terolah dan akan terlatih untuk menerima  hal-hal yang baik ketika perasangka buruk itu muncul namun kita pondasikan dengan perasangka baik.

الناس أشتات ولكل جمع شاتات
“Manusia itu beraneka ragam, dan pada tiap-tiap kelompok terbagi menjadi kelompok-kelompok lain”

Itu lah dua hal penting yang perlu diamati dan semoga bisa membantu kita menjadi lebih baik. Kaarena pada dasarnya sifat manusia adalah berproses dan berikhtiar. Manusia ibarat jembatan diantara perkara yang baik dan yang buruk. Maka tidak bisa lari seorang manusia kecuali pada dua arah itu.

Sekian, semoga bermanfaat untuk kita semua 😊

By : Cah Dablek.

5 Responses to "Baik Atau Buruk, Jangan-Jangan Kita Termasuk Di Dalamnya"

  1. Kok kece si pak,
    Salam semangat literasi, terus berkarya dan berbagi!
    Semoga istiqomah ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, hanya belajar bu, belajar me manfaatkan waktu luang.
      Aamiinn. .
      Salam literasi 😀

      Delete
  2. Bagus tadz.. terus berkarya ^^

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel