Cara me-review atau resensi buku non fiksi

Kesempatan kali ini saya akan menyampaikan contoh sederhana tentang resensi buku non fiksi. buku-buku yang bersifat ilmiah.

Sebenarnya dalam hal resensi semuanya itu sama, hanya saja dalam penyajian kata atau kalimat mempunyai bahasa sudut pandang yang berbeda. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk melakukan resensi buku adalah sebagai berikut :
  • Buku yang akan diresesnsi fiksi/non fiksi
  • Desain cover buku
  • Penulis, penerbit, hingga daftar isi buku
  • Isi buku itu sendiri
  • Kelebihan dan kekurangan buku
  • Komentar atau kritik peresesnsi
Apabila syarat-syarat diatas sudah dilaksanakan maka sudah dapat dikatakan cukup sebagai standarisasi review dan atau resensi buku.

Berikut saya berikan contoh sederhana resensi/review buku yang berjudul "Sosiolinguistik Kajian Teori dan Analisis" . Sebelumnya resensi ini sudah pernah saya ajukan sebagai bahan review mata kuliah. berikut resensinya....

PENDAHULUAN
A.      Gambaran Umum 
  •   Judul Buku        : Sosiolingustik Kajian Teori dan Analisis 
  • Penulis              : Prof. Dr. I. Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. dan Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum.
  •  Desain Cover     : Digi Art
  • Penata Aksara     : Dwi Agus M
  • Cetakan            : I (November 2006), II (Januari 2010), III (November 2011), IV (Oktober 2012), V (September 2013 
  • Penerbit               : Pustaka Pelajar
  • Alamat             : Celebon Timur UH III/548 Yogyakarta 55167 Telp. (0274) 381542, Fax. (0274) 38308 
  • Email                   : pustakapelajar@telkom.net  
  • Pencetak              : Pustaka Pelajar Offset 
  •  ISBN                   : 979-2458-78-6

B.       Gambaran Isi Buku

Buku Berjudul Sosiolinguistik Kajian Teori dan Analisis ini ditulis oleh dua tokoh akademisi yaitu Prof. Dr. I. Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. dan Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum.

Buku ini memberikan gambaran kepada pembaca bahwa konsep berbicara kepada masyarakat membutuhkan sebuah disiplin ilmu yaitu sosiolinguistik. Selain dari pada disiplin ilmu tersebut, sosiolinguistik mengulas masalah-masalah dan tema-tema krusial yang diangkat meliputi linguistik dan sosiolinguistik, eksplanasi sosiolinguistik, dan lain sebagainya.

Penulis buku ini mencoba mengaitkan sosiolinguistik dengan berbagai variasi bahasa mulai dari bahasa persatuan hingga bahasa daerah otonom yang mempunyai makna yang berbeda dan makna-makna yang hampir sama.
Pemilihan bahasa yang disajikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang dalam hal ini merupakan sebuah instrumen penting dalam konsep penggunaan berbahasa khususya dalam berinteraksi kepada masyarakat.

Berikut tema atau kajian sosiolinguistik yang ditulis dalam buku ini memuat sebanyak 12 bab kajian, diantaranya :
Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis
Linguistik dan Sosiolinguistik
-     Ranah Linguistik
-     Ranah Sosiolinguistik
-     Kontekstual dalam Sosiolinguistik
Eksplanasi Sosiokultural bagi Sejumlah Permasalahan Kebahasaan Bahasa Indonesia
-     Kajian Teori Eksplanasi Sosiokultural Permasalahan Bahasa
-     Beberapa Permasalahan Bahasa di Indonesia
-     Kesimpulan Kajian
-     Catatan Penting
Kebijakan Bahasa dan Dinamika Bahasa Daerah di Indonesia
-     Diglosia dan Kebocoran Diglosia
-     Dominasi dan Subordinasi Bahsa
-     Globalisasi Bahasa-bahasa Daerah di Indonesia
-     Catatan Penutup
Masyarakat Tutur
-     Batasan Masyarakat Tutur
-     Penutur Berkompeten dan Penutur Partisipatif
-     Gegar Budaya dan Anekdot Verbal Penutur Partisipatif
-     Kesimpulan Akhir
Permainan Bahasa dalam Masyarakat Multilingual
-    Pengantar Teori Permainan Bahasa
-    Permainan Bahasa
-    Catatan Penutup
Pemertahanan Dialek Banyumas dan Dialek Solo-Yogya
-    Pengantar Teori
-    Relativitas Bahasa
-    Dialek Banyumas dan Dialek Solo-Yogya
-    Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Dialek-dialeknya
-    Pemertahanan Bahasa
-    Kebanggaan Berbahasa
-    Pengajaran Dialek Banyumas
Sandi dalam Bahasa Jawa dan Bali
-    Landasan Teori
-    Metode
-    Jenis-jenis Sandi
-    Keberadaan Sandi dalam Bahasa Bali dan Jawa
-    Beberapa Penyimpangan
Makian dalam Bahasa Indonesia: Studi tentang Bentuk dan Referensinya
-    Pengantar Teori
-    Metode
-    Bentuk-bentuk Makian dalam Bahasa Indonesia
-    Referensi Makian dalam Bahasa Indonesia
-    Catatan Penutup
Tiga Jenis Konvensi dalam Anekdot-anekdot “Pengalamanku”
-    Pengantar Teori
-    Konvesi Bahasa, Konvesi Humor, dan Konvensi Budaya
-    Catatan Penutup
Budaya Menulis dan Peluang “Hidup” Tulisan di Media
-    Peluang Profesi Penulis Sangat Menjanjikan
-    Rendahnya Tradisi Menulis
-    Menulis dari Media Kampus ke Media Cetak
Karakteristik Wacana Rubrik “Wong Solo Ngudarasa” Solo Pos
-    Karakteristik Rubrik “Wong Solo Ngudarasa” Solo Pos
-    Pemanfaatan Unsur-unsur Kebahasaan dalam Rubrik “Wong Solo Ngudarasa” Solo Pos
-    Tujuan Tuturan sebagai Aspek Situasi Tutur dalam RWSNS
-    Catatan Penutup
Kekhasan Judul-judul Berita Artis dalam Media Massa Cetak
-    Bentuk dan Ilustrasi Judul-judul Berita Artis
-    Pornografi dan Asosiasi Pornografis dalam Judul-judul Berita Artis
-    Aspek-aspek Kebahasaan dalam Judul-judul Berita Artis

Konsep materi-materi yang ditawarkan dalam buku ini menitikberatkan kepada keseimbangan penggunaan bahasa daerah baik bahasa formal maupun bahasa non formal serta bahasa-bahasa komunikasi yang sering dipakai tercampur oleh kondisi budaya masyarakat tertentu.

Contoh aspek penggunaan bahasa yang paling menonjol yaitu kemiripan bahasa Jawa daerah Solo-Yogya dan Banyumas dimana semuanya memiliki kesetaraan bahasa yang sama namun mempunyai ciri khas dalam hal berbicara disebabkan adanya pegaruh budaya lokal masyarakat.
Pemahaman bahasa-bahasa timbul karena kebiasaan-kebiasaan yang sering terucap dan tidak menutup kemungkinan adanya sebuah kesepakatan dari antar golongan masyarakat dalam pemakaian bahasa itu sendiri.



PEMBAHASAN ISI BUKU
SOSIOLINGUISTIK KAJIAN TEORI DAN ANALISIS

A.      Biografi Penulis
Adalah dua tokoh akademis yaitu Prof. Dr. I. Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. dan Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. berusaha menyajikan berbagai teori yang berkenaan dengan pemilihan, pemakaian, dan penggunaan bahasa secara krusial, kontekstual, dan universal dalam budaya masyarakat lokal dan non lokal. Berikut deskripsi umum biografi kedua tokoh tersebut :

           1.    Prof. Dr. I. Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.
Dewa Putu dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1956 di Singaraja, Bali. Tamat Sekolah Dasar No 12 Singaraja pada tahun 1969, dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Singaraja pada tahun 1972. Kemudian beliau melanjutkan  ke SMAN Singaraja, tamat tahun 1975.

Tahun 1976 mulai kuliah di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada, dan memperoleh gelar B.A. tahun 1979 dan gelas Drs. pada tahun 1981.
Pada tahun 1983 mulai bekerja sebagai staff pengajar di UGM. Tahun 1985 mendapatkan kesempatan menempuh program S2 di Universitas Gadjah Mada yang dapat diselesakannya dengan memperoleh gelar Sarjana Utama (S.U.) pada tahun 1987.

Pada tahun 1989 atas beasiswa International Development Project mendapatkan kesempatan untuk mengambil gelar M.A. dalam bidang Applied Linguistics di Monash University, Melbourne Australia.

Pada tahun 1992 dengan Beasiswa Gramedia Widya Sarana diberi kesempatan untuk menempuh program S3 di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang diselesaikan pada awal tahun 1995 dengan mempertahankan disertasi yang berjudul “Wacana Kartun dalam Bahasa Indonesia” dengan yudisium cumlaude.
Selain menjadi staff di UGM, beliau juga menjadi dosen luar biasa di Universitas Sanata Dharma, Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Negeri Jember, dan Instiper. Beliau juga sering ditunjuk untuk menjadi konsultan Penelitian di Balai Bahasa Yogyakarta. Menjadi penyunting ahli dan mitra bestari di berbagai Media Ilmiah, yakni Humaniora (UGM), Litera (UNY), Morfema (Unes), dan Verba (Unesa).

Jabatan yang pernah di pegang antara lain Sekretaris Jurusan Sastra Indonesia, Ketua Jurusan Sastra Indonesia, Wakil Pengelola dan kemudian menjadi ketua Pengelola Program Pascasarjana Minat Utama Linguistik, Ketua Pelaksana Program Prapasca Linguistik, dan Anggota Komisi Penelitian UGM.
Beberapa karya tulisnya telah tersebar di berbagai majalah da media-media ilmiah lainnya seperti Humaniora, Litera, Prisma, Lontar, Linguistik Indonesia, dan lain sebagainya. Karya dalam bentuk buku antara lain, Dasar-dasa Pragmatik (Andi Offset, 1996), Kartun: Studi tentang Permainan Bahasa (Ombak, 2004), dan Sosioliguistik: Kajian Teori dan Analisis (Pustaka Pelajar, 2006).

           2.      Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum.
Rohmadi dilahirkan di Sragen, 13 Oktober 1976. Saat ini beliau tinggal bersama istri dan anak nya di Tulungsari RT 02/16, Pajang, Laweyan, Surakarta. Pendidikan SD s/d SMU diselesaikan di Sragen, yaitu SD N Pungsari I  (1988), SMP N 1 Plupuh (1991), dan SMU N Gemolong (1994).
Gelar Sarjana Sastra (S1) diraih di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bidang Linguistik, Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS (1999) dengan Skripsi “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Rubrik Wong Solo Ngudarasa Solopos: Kajian Pragmatik”, gelar Magister Humaniora (S2), minat utama Linguistik, diraih di Pascasarjana UGM Yogyakarta (2002) dengan Tesis Asosiasi Pornografis Judul-Judul Berita Artis dalam Media Massa Cetak: Kajian Sosiolinguistik”, saat ini tercatat sebagai Kandidat Doktor Program Linguistik di UGM Yogyakarta.
Tahun 2000-sekarang menjadi tentor di LBB Neutron Yogyakarta. Mulai mengajar di perguruan tinggi pada tahun 2001 sebagai dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Jawa di Universitas Veteran Bantara Sukoharjo.

Tahun 2002 mengajar di Program Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Universitas Muhammadiyah Purworejo. Kemudian mulai tahun 2002 beliau menjadi dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurusan PBS FKIP UNS sampai sekarang.
Hasil karya ilmiah dalam jurnal, media cetak, dan seminar antara lain: (1) “Simbiosis Mutualisme Sastra dan Media Cetak” (Bengawan, 2003), (2) “Asosiasi Pornografis dalam Media Massa Cetak” (Retorika, 2003), (3) “Valensi Morfologis Verba Adjektiva dalam Bahasa Indonesia” (Dwijawacana, 2004), (4) “Karakteristik Bahasa Penyiar Radio JPI FM Solo (Humaniora, 2004), (5) Pencarian Jati Diri Tokoh Aku dalam Novel Mencoba Tidak Menyerah karya ANM Massardi: Kajian Psikologi Sastra” (Paedagogia, 2004), dan karya-karya lainya yang sangat banyak yang tidak dapat di tulis satu persatu.
Selain itu, penulis aktif dalam berbagai seminar regional, nasional, dan internasional, baik sebagai pembicara maupun peserta. Penulis juga mempunyai tekad agar tetap aktif, kreatif, bekerja, dan berkarya untuk bersama. 

B.       Pembahasan Isi Buku
Sosiolinguistik dalam kaitannya pemakian bahasa dalam masyarakat memang sangat dibutuhkan untuk menyelaraskan berbagai pendapat dan menghindari terjadi sebuah konflik masyarakat. Dalam hal ini rangkaian pembahasan materi yag tersaji dalam buku ini menawarkan konsep hasil penelitian bahasa di masyarakat.

Bahasa dalam arti sosial menitikberatkan kepada pemilihan bahasa yang tepat mulai dari penggunaan kata, kalimat, dan transfer-terjemah makna bahasa itu sendiri. Penggunaan ragam bahasa juga difungsikan untuk melihat bagaimana dan kapan bahasa tersebut digunakan dalam kondisi masyarakat tertentu.

Tentu ragam bahasa ini dipengaruhi oleh budaya kultural yang sudah melekat pada masyarakat setempat. Terdapat dua belas tema bahasan dalam buku ini, namun terdapat beberapa tema yang sangat penting tentunya penulis memilih dari hasil penyajian tema yang ditawarkan oleh penulis. 

            1.    Sosiolinguistik dan Linguistik

Sosiolinguistik dan linguistik dibedakan menjadi dua ranah yang berbeda dimana masing-masing tema mempunyai cakupan dan bahasan ruang lingkup yang menyangkut dengan bahasa.

Sosiolinguistik dalam buku ini membahas bagaimana dirinya merupakan bagian dari sub disiplin ilmu dari lingusitik mempunyai sudut pandang yang berbeda yakni melihat ragam dan variasi bahasa yang terjadi dalam kerumunan masyarakat lepas baik dari sisi struktural, transformasi, tagmemik dan lain sebagainya
Variasi bahasa yang dipakai pada ranah sosiolinguistik didalamnya dipakai dalam tataran fonologi dan morfologi serta tataran alomorf-alomorf yang berkonteks lingual. Tujuan dari sosiolinguistik ini tidak lain yaitu untuk menjelaskan hubungan antara variasi-variasi bahasa itu dengan faktor sosial, baik secara situasional maupun implikasional.

Sosiolinguistik bersifat kontekstual yaitu menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa di dalam masyarakat, hal ini disebabkan bahwa manusia dalam bermasyarakat tidak lagi dipandang sebagai makhluk individu, akan tetapi sebagai masyarakat sosial.
Poin penting dari tema ini yaitu segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia dalam bertutur akan selalu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sekitarnnya. Tidak menutup kemungkinan juga karena faktor-faktor kemasyarakatan sebagai dampak dari keadaan komunitas yang tidak homogen.

           2.      Masyarakat Tutur

Aspek kedua  dalam sosiolinguistik yaitu masyarakat tutur. Aspek ini merupakan bagian dari unsur pembahasan disiplin ilmu tersebut. Dalam bermasyarakat yang sesungguhnya, anggota-anggotanya memungkinkan memiliki ciri fisik yang berupa organ bicara yang berbeda-beda yang pada gilirannya nanti menghasilkan idiolek yang berbeda.

Tidak lepas dari hal itu, anggota-anggota dalam bermasyarakat juga dimungkinkan memiliki kepribadian-kepribadian yang berbeda yang nantinya menimbulkan wujud dan cara berbahasa yang berlainan. Status sosial ekonomi juga sangat berpengaruh dalam budaya bermasyarakat sehingga memunculkan bahasa baru yang berbeda yang pada hakikatnya memiliki makna yang sama.
Dalam masyarakat tutur, penulis membedakan dua ranah yang dapat dijadikan landasan dasar dalam bertutur. Ranah tutur tersebut yaitu Penutur Berkompeten dan Penutur Partisipatif. Penutur berkompeten sendiri didefiniskan sebagai penutur yang benar-benar mampu menggunakan bahasa dalam berbagai tindak komunikasi.

Dalam hal ini penutur tidak hanya pandai pada kecakapan kosakata dan struktur bahasa, akan tetapi juga luwes dalam mengomunikasikan nya kepada penutur asli bahasa dan fasih bicara sesuai dengan pronuncation.

Sedangkan penutur partisipatif yaitu penutur yang memiliki pengetahuan tentang kaidah-kaidah bahasa akan tetapi hanya memiliki kecakapan dalam satu ranah dari empat keterampilan berbahasa. Secara tidak langsung, penutur partisipasif memiliki kemampuan pada empat ranah keterampilan berbahasa akan tetapi ada satu ranah yang diunggulkan kemudia lainnya hanya bersifat pengetahuan saja atau pasif.
Poin penting yang dirumuskan oleh penulis dalam tema ini yaitu sikap dan pandangan hidup seseorang atau kelompok masyarakat tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu diantaranya adalah bahasa.

Bahasa dalam masyarakat khususnya dalam bertindak tutur sangat penting dipahami mulai dari pemilihan kata atau diksi yang tepat untuk diutarakan hingga penggunaan bahasa itu sendiri yang menyesuaikan kondisi masyarakat tertentu.


           3.      Permainan Bahasa dalam Masyarakat Multilingual
Manusia di dunia mempunyai bahasa sebagai bahasa komunikasi kepada masyarakat. Bahasa yang digunakan oleh manusia tergantung bagaimana bahasa yang pertama kali didengarkan yang dalam hal ini adalah bahasa ibu.

Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa manusia merupakan makhluk yang multilingual dan bukan monolingual yang artinya setidaknya manusia memiliki dua bahasa yang dapat dipahami secara bersamaan yaitu bahasa Ibu dan bahasa persatuan.
Sudah sewajarnya jika individu dapat berbahasa dengan bahasa B2, disamping menggunakan bahasa daerahnya juga menggunakan bahasa persatuan agar dapat dipahami oleh masyarakat sekitar.

Elemen-elemen bahasa seperti bunyi, suku kata, bagian kata, kata, frase, kalimat dan wacana tidak hadir pada semestinya. Dalam permainan bahasa umumnya berbagai elemen tersebut digunakan untuk bersenda gurau, melucu, atau mengejek serta menertawakan sesuatu yang dianggap lucu atau ironis.

Tidak dapat dipungkiri penggunakan bahasa dapat masuk kedalam modus tutur yang lebih serius, namun nuansa jenakanya masih bisa ditangkap. Permainan bahasa yang disengajakan akan menimbulkan guyon, sedangkan permainan bahasa yang tidak disengajakan akan menimbulkan humor.
Secara garis besar, penulis menyajikan dua jenis permainan bahasa yaitu permainan intrabahasa dan permainan antarbahasa. Permainan bahasa yang pertama terjadi dalam satu bahasa dengan berbagai variasinya.

Permainan antarbahasa terjadi antara bahasa satu dengan bahasa lainnya. Sebagai contoh bahasa daerah dengan bahasa daerah lainnya, bahasa daerah dengan bahasa Indonesia, atau dengan bahasa asing dan sebagainya. Begitupun berlaku sebaliknya.
Tiga tema sosiolinguistik diatas menurut penulis merupakan inti dari isi buku sosioliguistik. Adapun tema-tema yang lain yang termuat dalam buku ini merupakan hasil review dan penelitian penulis buku serta penelitian-penelitian karya ilmiah yang melihat objek dilapangan secara langsung. Dengan mempertimbangkan isi buku.

Buku ini lebih mengintegrasikan sebuah teori-teori umum dengan pengalaman spiritual serta bukti autentik penelitian-penelitian yang sudah dikaji sebelumnya.
Sajian penggunaan bahasa tidak hanya sebatas konsep penggunaan bahasa yang khusus diperuntukkan oleh masyarakat.

Akan tetapi mengidentifikasi penggunaan bahasa mulai dari bahasa halus hingga bahasa kasar serta bentuk-bentuk makian yang tercipta dalam susunan kata bahasa Indonesia juga dibahas dalam buku ini.

C.       Kelebihan dan Kekurangan

Setiap karya tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan termasuk karya dalam bentuk buku. Berikut kelebihan dan kekurangan buku “Sosiolingustik Kajian Teori dan Analisis” :

             1.      Kelebihan

Kelebihan yang terlihat mencolok dalam buku ini yaitu cover buku yang disajikan lebih sederhana dan simple tetapi memiliki nuansa yang berkaitan dengan judul buku. Tema-tema yang dimuat dalam buku ini bersifat heterogen yaitu menyajikan teori linguistik dengan mengintegrasikan contoh-contohh kongkret hasil penelitian penulis buku.

Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan indeks pencarian kata serta daftar bacaan dan daftar pustaka dibedaan sebagai sub kelengkapan daftar isi.
Kemudian untuk teori-teori sosiolinguistik yang bersifat penelitian juga menampilkan penganntar teori dasar kajian, landasan teori, metode, pembahasan serta kesimpulan. Contoh-contoh penggunaan bahasa satu dengan bahasa lainnya disajikan secara komprehensif dan tepat sasaran sehingga mudah dipahami dan diambil makna kesimpulan dari berbagai contoh tersebut.

                 2.      Kekurangan

Adapun kekurangan dari buku ini yaitu terletak pada materi yang tersaji dalam sebuah bentuk penelitian. Tema-tema yang tersaji dalam sebuah bentuk penelitian tidak menyajikan footnote sehingga sumber contoh yang diambil terkesan dari hasil intiusi penulis.

Selain itu contoh-contoh penggunaan bahasa yang tersaji hanya sebatas penggunaan bahasa daerah yang dalam hal kajian ini yaitu bahasa Jawa sehingga tidak menyajikan contoh bahasa daerah lain yang semestinya dapat mencotohkan tiga bahasa daerah untuk mewakili berbagai bahasa daerah di Indonesia.
Daftar pustaka atau daftar bacaan dalam buku ini disajikan di paling akhir pada halaman buku. Alangkah baiknya jika daftar bacaan atau referensi pada tema-tema yang berbentuk penelitian disajikan di akhir materi dan daftar pustaka secara keseluruhan dapat disajikan di akhir halaman buku.

Untuk prakata penulis menurut pendapat saya lebih baik dipisah sehingga pembaca dapat mengambil sajian pengantar yang berbeda namun makna tujuan nya sama.
  


PENUTUP
A.      Kesimpulan

Buku dengan judul “Sosiolinguistik Kajian Teori dan Analisis” merupakan buku yang ditulis oleh Prof. Dr. I. Dewa Putu Wijana, S.U., M.A. dan Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. yang didalamnya membahas konsep-konsep linguistik sosial secara krusial dan komprehensif.

Materi yang disajikan dalam buku ini mencakup teori-teori dasar sosiolinguistik dan contoh-contoh kongret dari hasil bentuk penelitian penulis.
Buku ini memiliki kelebihan pada sisi materi yang dapat dipetakan antara disiplin ilmu linguistik dan disiplin ilmu sosiolinguistik. 

B.       Saran
Hendaknya daftar bacaan dapat disajikan pada setiap tema-tema yang berbentuk penelitian sehingga pembaca dapat mengetahui hasil intisari dari setiap tema tersebut dan mengetahui referensi asalnya.



Naah,, itulah contoh sederhana resensi/review buku non fiksi, selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)

Terima kasih

0 Response to "Cara me-review atau resensi buku non fiksi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel