Menafikan waktu

Berapa banyak pepatah yang berbicara tentang waktu. berapa banyak istilah yang dikaitkan dengan waktu. kenapa semua ini tentang waktu. sudah kah kita memahami gerak gerik waktu. seberapa fungsi jam dinding yang ada di ruang-ruang kelas, ruang kerja, ruang pertemuan. apakah jam tangan yang selalu melekat di ujung pergelangan tangan sudah menjadikan arti untuk meluruskan ekspresi kehidupan kita.

"Mampukah kita menjawab itu semua?'

"seberapa positifkah jawaban yang kita pegang?"

Dunia ini penuh dengan lifestyle. berbagai mode gaya orang-orang dari menengah keatas dan kebawah. ada yang terlihat pura-pura. ada yang memang disengaja. bagiamana cara kita memahami waktu.

Tiap kali kita lihat detik jam yang berjalan. makna apa yang kau resapi dalam detik angka yang kau lihat. mau tidak mau kita akan terus dan selalu bergesekan dengan waktu. baik dalam keadaan diam, malas, tanggap-respon, sibuk. tidak ada yang bisa menghalang-halangi gesekan tajam pisau waktu.

Pernah kah kamu lihat film yang berjudul "IN TIME". film yang sangat menginspirasi betapa pentingnya dan berharganya waktu. waktu yang tidak kenal dengan istilah kematian. dia akan terus berjalan apapun kondisinya. 

Bahkan nyawa kita hanya terbatas oleh waktu. saya tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya hidup ini jika nyawa hanya ditukar dengan waktu. membeli segelas kopi yang seharusnya kita bayar dengan satuan mata uang. kita harus membayarnya dengan waktu. 

Gaji-gaji karyawan dan bos-bos perusahaan pun hanya dibayar dengan waktu. masihkah kita kurang bersyukur dengan apa yang kita punya ?

Kita bisa membayangkan apabila jatah hidup manusia hanya 20.000 menit. itu berarti setara dengan 330 jam. sama dengan 14 hari. harga segelas kopi dihitung 4 menit. nasi telur 9 menit. cemilan 5 menit. maka sekali santap kita mengeluarkan 18 menit.

Kita tahu bahwa setidaknya manusia butuh makan 3x sehari. maka kita harus mengeluarkan waktu 54 menit. bisa kita simpulkan sekarang. meski makan membuat kita sehat apabila hidup hanya dibatasi dengan waktu maka durasi juga akan berkurang hanya untuk membeli sebuah kebutuhan ini dan itu.

"Jadi bagaimana...."

"Kapan kita bisa bercermin ?"

Cermin yang tidak hanya sekedar rupa dan penampilan semata. Kegiatan eksternal dan internal sudah merayap dan melekat dalam kehidupan manusia. sadar tidak sadar manajemen waktu tu mulai kita pahami perlahan-lahan. dan kita mengetahui bahwa kesadaran itu membuat kita menyesal dikemudian hari. 


berapa banyak draft rencana yang kita susun satu persatu dengan niat satu dan lainnya. namun akhirnya semua itu "mangkrak". hanya tersentuh di awal dan lupa untuk seterusnya. betapa pun banyak orang yang selalu memperhatikan dan menasehatimu.sungguh hanya kamu sendirilah yang mampu menaklukkan waktu. bukan dia atau mereka.

Ibarat suatu makanan. kita ini adalah nasi yang mempunyai peran primer. sedangkan sahabat-sahabat mu hanyalah pelengkapnya agar yang primer itu lebih baik dan indah. mari kita lihat kembali istilah-istilah tentang waktu.

"Time is money"

"Killing time !"

"Ahead of time"

"Time is over"

berbagai istilah kecil yang kamu sudah sangat hafal bukan ?. Mari kita berproses tidak hanya melihat. namun memahami. tidak hanya memahami, namun membangun. dan akhirnya kita tidak kenal dengan apa yang dinamakan "Menafikan Waktu"

semoga bermanfaat.

0 Response to "Menafikan waktu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel