Resolusi berbahasa Arab, pahami problem sebelum take action

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang di akui oleh PBB. Bahasa yang hampir digunakan ⅔ di dunia ini sangat mempengaruhi beragama pola budaya masyarakat khusus nya di daerah Timur tengah.Terdapat sekitar 280 juta penutur asli dan 250 juta penutur non aktif. Jumlah yang sudah tersebar di seluruh dunia.

Tidak seperti yang dibayangkan, bahasa Arab yang dipelajari di Indonesia rata-rata mengarah pada model fusha. Nyatanya konsep amiyah ini lebih banyak digunakan di berbagai negara timur tengah.

Manusia di dunia ini setidaknya menguasai dua bahasa yang berbeda. Kedua bahasa murni lahir dari suatu kebiasaan pola tutur kata terhadap lingkungan nya masing-masing. Kedua bahasa tersebut yaitu bahasa Ibu dan bahasa nasional. Sebut saja B1 dan B2.

Mengapa bahasa bahasa Arab itu cukup sulit?

Tak jarang pertanyaan ini terbesit dibenak pelajar seperti mahasiswa. Mereka bertanya-tanya kepada diri sambil berimajinasi poin apa yang mestinya dilakukan. Saya pun kadang mencari titik poin melihat bahasa satu dengan bahasa lainnya yang sebetulnya mempunyai kesamaan unsur dan tata gramatikal yang sama.

"pepatah mengatakan : jika kamu mampu menguasai bahasa Arab secara totalitas, maka akan mudah mempelajari bahasa-bahasa lain yang semisalnya"

Sebagai contoh dalam bahasa Indonesia kita membahas kalimat aktif dan pasif. Merubah kata kerja berawalan me- menjadi di-. Tata aturan ini terdapat juga pada bahasa Inggris yaitu active dan passive voice. Tak kalah penting dengan kehadiran bahasa Arab pun ikut menyumbangkan gramatikalnya dalam konsep fi’il ma’lum dan majhul.

Apa poin nya ?

Pahami aspek skill, maharah, dan keterampilan

Kalian para pelajar penggemar bahasa tentu sering menjumpai buku-buku keren di berbagai store online maupun offline. Judul yang menarik itu menggugah diri ingin segera memilikinya. Namun setelah buku terbeli, kita malah bersikap acuh tak acuh. Kecewa atas apa yang kita beli.

Kok bisa seperti itu ? Yes, you know, kesalahan fatal itu tidak terdapat pada model, isi, maupun genre buku. Akan tetapi terletak pada diri, usaha, dan motivasi kita. Bosan adalah kondisi yang sering menghantui kita. Sebagus apapun materinya jika tidak segera menggambil take action, maka buku itu benar-benar berstatus jendela keilmuan yang hanya bisa dinikmati keindahan cover nya. Dalam konteks ini adalah buku tentang bahasa.

Aspek keterampilan bahasa secara umum ada empat. Istima’, Kalam, Qiro’ah, Kitabah. Ini berlaku juga pada bahasa Indonesia dan Inggris. Sebagai pelajar tentu punya harapan supaya bisa menguasai ke empat skill tersebut.

Pahami faktor kendala

Hubungan sebab-akibat adalah hal yang lumrah terjadi. Namun disini saya mengajak untuk mencoba sesekali mencuri akibat baru keranah sebab. Karena ini sangat penting jika kita melihat faktor kendala.

Iya begitu, cobalah melihat kendala terlebih dahulu agar nantinya dalam proses belajar kesulitan-kesulitan yang muncul itu sebelumnya sudah diprediksikan sehingga kita segera move on pada solusi alternatifnya.

Pilih satu diantara beberapa skill bahasa. Tidak perlu muluk-muluk harus take action semuanya. Jelas, akan terasa repot nanti. Pilih fokus skill yang ingin didalami terleih dahulu sesuai tujuan.

Sebagai contoh ingin meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa. Maka fokus saja pada keterampilan al-kalam. Sementara abaikan dulu konsep istima’ wa akhwatuha. Jadikan saja sebagai asupan sampingan. Pilih materi bacaan baik itu buku, paper, dan jurnal untuk menunjang kesuksesan dalam belajar.

Menyusun rencana pendukung

Jika belajar bahasa di rasa sulit untuk dilaksakan sendirian, buat lah rencana khusus seperti sebuah kesepakatan kepada diri sendiri atau kepada teman sebaya yang sama-sama terjun keranah yang sama. Tidak ada salahnya juga jika kamu punya mentor yang berpengalaman.

Caranya ?

Kesepakatan yang sudah dibuat laksanakan lah secara rutin. Semisal setiap bertemu dengan si A, maka saat itu si A diajak berbahasa dengan modal pasif tidak masalah tentunya. Atau pada waktu-waktu tertentu sharing pengalaman belajar juga dapat menambah efektivitas kita dalam belajar.

Rekomendasi penunjang

Awal mula kita mengenal bahasa adalah adanya proses pendengaran yang terjadi dilingkungan sekitar. Maka, menurut pribadi saya belajar melalui itu juga lebih efektif. Audio bahasa yang saya rekomendasikan adalah Emil crabs. Seorang tokoh yang pernah menguasai 65 bahasa secara otodidak dan di akui dunia.

Hingga saat ini terdapat warisan ilmu yang bisa kita manfaatkan melalui audio nya. Audionya berjumlah 41 dengan masing2 durasi sekitar 40 menitan. Dengan tema-tema khas seputar perjalanan hidup manusia.

Saya sendiri pernah mencobanya. Suara yang di hasilkan benar2 jernih sesuai dengan logat native speaker dan benar-benar dituntun untuk praktek. Kamu juga bisa mencobanya gratis di website resminya. Tidak hanya bahasa Inggris. Bahasa lainnya seperti bahasa Arab, Jepang, China, Prancis pun ada.

Alternatif penunjang lainnya

Terakhir adalah dengan jalan kursus. Hal satu ini patut dicoba untuk menambah pengalaman, teman, dan mentor pembelajaran. Jika punya rezeki lebih silahkan coba alternatif ini.

Era sekarang sudah banyak sekali model kursus dengan keunggulan produknya masing-masing. Bisalah datang untuk sekedar bertanya-tanya model kurikulum yang diterapkan hingga estimasi biaya yang diperlukan.

Kalo tidak ingin mengeluarkan biaya, tidak ada salahnya mencoba cara diatas secara otodidak sesuai fokus maharah yang ingin didalami.

Emang bisa ?

Sangat bisa sekali, Gayatri merupakan anak bangsa yang menguasai 19 bahasa dunia secara otodidak ! Luar biasa bukan ? Ke empat skill itupun berjalan dengan lancar baik keterampilan bicara maupun menulisnya. 

semoga bermanfaat


0 Response to "Resolusi berbahasa Arab, pahami problem sebelum take action"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel