Optimalisasi fungsi otak dan akal


Diakui ataupun tidak seluruh pergerakan kegiatan manusia terkendali langsung oleh sistem syaraf yang berpusat di dalam otak manusia. Masih banyak dikalangan universal memperdebatkan value peran otak yang mulia ini. Terlebih lagi hingga kepada letak dasar dimana proses pemikiran manusia terletak.

Peranan ide ataupun fungsi otak?

 mula- mula kita wajib mengenali dahulu permasalahan konsep otak ini. Terdapat 2 sebutan yang tercantum dalam nama otak ini. Al- mukh ialah material otak dan al- aqlu ialah ide manusia. Mudahnya al- mukh merupakan hardwarenya serta al- aqlu merupakan aplikasi nya.

Bicara mengenai peranan, keduanya tidak dapat disalahgunakan. Karena kedua nya ialah elemen yang tidak dapat dipisahkan. Secara eksplisit bila ditarik dalam prosesnya hingga pemikiran secara universal otak lebih menuju kepada fungsi berpikir, mengendalikan proses kognitif seperti menghafal, belajar, berpikir, serta lain sebagainya.

Tetapi justru perihal itu lebih dominan kepada peranan ide( al aqlu al insan) yang memiliki fitrah serta mempunyai banyak pengoperasian. Sedang peranan otak cuma bagaikan perantara ataupun jembatan buat menampung ide secara totalitas( space).

Besaran otak antara otak kanan serta kiri memiliki ruang yang sama serta connetivity yang integratif serta susah buat dihitung keabsahannya. Walaupun banyak riset yang menampilkan jumlah sel sarah otak sebanyak sekian sel. Tetapi perihal tersebut tidak dapat dijadikan pondasi secara legal- formal.

Anehnya, banyak manusia lebih dominan kepada otak kiri dari pada otak kanan. Sementara itu keduanya sama sama memiliki fungsi berpikir yang rasional. Rasionalitas berpikir manusia lebih berat kepada otak kiri dengan rasio 68- 70% sisa nya otak kanan. Kenapa demikian?

Otak kiri lebih cenderung kepada hal- hal yang bertabiat linier, realistis, struktural, empiris. Sebaliknya otak kanan lebih cenderung kepada imajinasi, seni, deskripsi, inovasi, dan lain- lain. Inilah lah pemicu dasar kenapa berpikir otak kiri lebih gampang dari pada otak kanan.

Hingga keduanya diperlukan connectivity yang bertabiat integral knowledge dari pada instrumental knowledge. Ide inilah yang berperan merubah serta membuat perbandingan antara watak satu dengan yang lain.

Otak bagaikan pusat sentral berpikir manusia setidak nya meningkatkan 7 prilaku manusia yakni linguistik, matematika, spasial, kinestetik, music, antar individu, serta inter pribadi. Ketujuh elemen tersebut hakikatnya sudah tdikuasi seluruhnya, akan tetapi terdapat yang lebih dominan yang diunggulkan.

Misalnya manusia yang senantiasa ditimpa permasalahan yang berat tetapi berlagak biasa biasa saja walaupun perasaan nya sangat berat. Ini berarti ia lebih dominan kepada inter individu sebaliknya pada sisi linguistik nya, matematik nya, kinestetik nya seluruhnya lemah.

Terdapat pula yang sangat pandai, pintar dibidang tertentu serta tidak hanya satu bidang saja, tetapi mudah emosi, berat hati dan mengutarakan perihal yang berbau negatif. Karakteristik yang semacam ini lebih dominan kepada spasial, kinestetik serta sebagainya tetapi dalam antar serta inter individu nya lemah.

Perbedaan- perbedaan yang semacam ini tidak dapat dihindari serta tidak dapat dinafikan jika adanya ragam ini merupakan pengaruh dari otak lewat peranan akalnya.

Maka tugas kita yaitu menyatukan serta mengembalikan guna otak kanan serta otak kiri. Mencari connectivity yang pas supaya seluruh peranan serta kedudukan otak berjalan secara maksimal. Semacam saraf yang kecil tetapi membawa pengaruh serta transformasi yang amat besar.

***

0 Response to "Optimalisasi fungsi otak dan akal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel