TULISAN JALAN

Welcome to ilfan.ID, blognya Santri N'dablek

Optimalisasi fungsi otak dan akal


Diakui atau tidak semua pergerakan aktivitas manusia terkontrol langsung oleh sistem syaraf yang berpusat di dalam otak manusia. Masih banyak dikalangan umum memperdebatkan value kedudukan otak yang mulia ini. Bahkan sampai kepada letak dasar dimana proses pemikiran manusia berada.

Fungsi akal atau fungsi otak ? 

Pertama kita harus mengetahui dulu masalah konsep otak ini. Ada dua istilah yang tercantum dalam nama otak ini. Al-mukh merupakan material otak dan al-aqlu merupakan akal manusia. Mudahnya al-mukh adalah hardwarenya dan al-aqlu adalah software nya. 

Bicara mengenai fungsi, keduanya tidak bisa disalahgunakan. Sebab kedua nya merupakan elemen yang tidak bisa dipisahkan. Secara eksplisit jika ditarik dalam prosesnya maka pandangan secara umum otak lebih mengarah kepada fungsi berpikir, mengatur proses kognitif seperti menghafal, belajar, berpikir, dan lain sebagainya.

Namun justru hal itu lebih dominan kepada fungsi akal (al aqlu al insan) yang mempunyai fitrah dan memiliki banyak pengoperasian. Sedang fungsi otak hanya sebagai perantara atau jembatan untuk menampung akal secara keseluruhan (space).

Besaran otak antara otak kanan dan kiri mempunyai ruang yang sama dan connetivity yang integratif dan sulit untuk dihitung keabsahannya. Meskipun banyak penelitian yang menunjukkan jumlah sel sarah otak sebanyak sekian sel. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan pondasi secara legal-formal.

Anehnya, banyak manusia lebih dominan kepada otak kiri dari pada otak kanan. Padahal keduanya sama sama mempunyai fungsi berpikir yang rasional. Rasionalitas berpikir manusia lebih berat kepada otak kiri dengan rasio 68-70% sisa nya otak kanan. Mengapa demikian ?

Otak kiri lebih cenderung kepada hal-hal yang bersifat linier, realistis, struktural, empiris. Sedangkan otak kanan lebih cenderung kepada imajinasi, seni, deskripsi, inovasi, dan lain-lain. Inilah lah penyebab dasar mengapa berpikir otak kiri lebih mudah dari pada otak kanan.

Maka keduanya dibutuhkan connectivity yang bersifat integral knowledge dari pada instrumental knowledge. Akal inilah yang berfungsi merubah dan membuat perbedaan antara sifat satu dengan lainnya.

Otak sebagai pusat sentral berpikir manusia setidak nya menumbuhkan tujuh prilaku manusia yaitu linguistik, matematika, spasial, kinestetik, music,antar pribadi, dan inter pribadi. Ketujuh elemen tersebut hakikatnya telah tdikuasi semua, namun ada yang lebih dominan yang diunggulkan.

Misalnya manusia yang selalu ditimpa masalah yang berat namun bersikap biasa biasa saja meskipun perasaan nya sangat berat. Ini berarti dia lebih dominan kepada inter pribadi sedangkan pada sisi linguistik nya, matematik nya,kinestetik nya semua lemah.

Ada juga yang sangat pandai, pintar dibidang tertentu dan tidak hanya satu bidang saja, namun gampang emosi, berat hati serta mengutarakan hal yang berbau negatif. Ciri yang seperti ini lebih dominan kepada spasial, kinestetik dan sebagainya namun dalam antar dan inter pribadi nya lemah.

Perbedaan-perbedaan yang seperti ini tidak bisa dihindari dan tidak bisa dinafikan bahwa adanya variasi ini adalah pengaruh dari otak melalui fungsi akalnya. 

Maka tugas kita adalah menyatukan dan mengembalikan fungsi otak kanan dan otak kiri. Mencari connectivity yang tepat agar semua fungsi dan peran otak berjalan secara optimal. Seperti saraf yang kecil namun membawa pengaruh dan perubahan yang amat besar.

***

0 Response to "Optimalisasi fungsi otak dan akal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel