TULISAN JALAN

Welcome to ilfan.ID, blognya Santri N'dablek

Sikap Peduli dalam Naluri

Sunnatullah sebagai hukum alam hanya Allah yang tahu kapan ia datang dan kapan ia pergi. tidak sembarangan dan tidak ada rasa penyesalan hadir atau tidak hadir sunnatullah yang sudah nampak kapanpun dan dimanapun.

akhlak, sikap positif, naluri

Hujan yang mengalir begitu deras semoga menjadi berkah dan manfaat untuk orang-orang sekitar serta berharap membawa berkah menebus harapan meski hanya secuil angan yang melayang. seperti mereka para santri yang masih punya rasa peduli terhadap dirinya sendiri. menggugurkan kewajiban atas apa yang menjadi hak nya sebagai santri.

Saya sendiri tidak mengetahui, biasanya kalau hujan turun semuanya akan baik-baik saja dengan rasanya masing-masing. apa yang saya pikirkan barangkali tidak jauh berbeda dengan mereka yang juga sama statusnya seperti saya. Seperti biasa saya mengawali langkah kaki dengan mengucap bismillah menuju kantor menyiapkan berbagai hal untuk keperluan santri.

Menyiapkan berbagai tempat dengan teman-teman sebagai rutinitas saya dalam menjaga amanah dengan sebaik-baiknya. Rintikan hujan masih saja awet dan tak bisa diprediksi kapan ia akan berhenti. makin lama makin deras. membuat mindsetku berubah memaklumi semua aktivitas dengan melihat berbagai pertimbangan. 

Akhirnya sayapun tetap stay dikantor dengan beberapa kawan saya yang sedang jaga sambil ngoobrol santai ngalor ngidul. kadang-kadang tentang keilmuan kadang juga hanya humor-humor kecil tak karuan. sesekali ngobrolin tentang skripsi. kebutulan ada yang ahli dalam bidang tema skripsi saya. ada pak Amin dan pak Qodir. Yah.. tidak konsultasi. ngobrol-ngobrol santai saja.

banyak poin yang saya dapatkan. pengalaman dan wawasan itu jelas. saya jadi tahu apa yang tadinya saya tidak tahu. meskipun sebenarnya saya suka bawa buku kemana-mana. tak menutup kemungkinan buku itu tidak terbaca. atau kalau dibaca ya hanya satu sampai dua lembar. perkumpulan itu bagi saya anugerah. selain sebagai ajang menjaga tali silaturrahmi juga sebagai bertukar pikiran. saling berbagi pengalaman, wawasan, dan pengetahuan tanpa direncanakan.

"Biasanya sesuatu yang mengalir itu akan berjalan secara alamiah" 

Waktu menunjukkan 21.15 WIB. Hujan belum juga reda. Biasanya waktu ngantor hanya sampai 21.30 WIB. Itu artinya masih ada lima belas menit lagi. walaupun masih ada waktu, tetap saja tak ada santri yang berangkat. karena hujan deras dan sudah malam. ini bukanlah alasan. tapi jarak yang begitu jauh menjadi pertimbangan. jadi kita ambil maslahahnya. melihat bagaimana baiknya.

"Assalamu'alaikum pak, maaf saya dan temen-temen sudah nunggu dikelas karena tidak pengumuman libur". 

Loh ada yang datang to!. salah seorang ada yang menghubungi saya via WA. 

"Saya kira nggak ada yang berangkat mbak, soalnya sudah malam dan lampunya sudah dimatikan".

"Ada kok pak ini satu asrama tapi hanya 10 orang"

"Oh iya mbak, saya segera ke kelas sekarang"

Sambil bergegas menuju kelas, dalam hati merasa bersalah. Astaghfirullah..... ternyata dibalik derasnya hujan saya dari tadi hanya ber-hudznudzan. mengganggap kewajiban itu hilang dan tidak hadir.

Sesampainya dikelas, saya minta maaf kepada mereka yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir.

"Kalau kalian nggak menghubungi saya, paling-paling kalian bakal nunggu lama, maaf ya mbak"

"Iya pak gak papa hehe" mereka sambil senyum sedikit tertawa.

Kebetulan kitab yang saya bawa itu kitab At-Tibyan Fi Hamalah al-Qur'an. Jadi kita bareng-bareng ngaji kitab ini sekitar 10 menit. karena sudah malam. disela-sela belajar seperti biasa saya memberikan sedikit asupan motivasi kecil agar mereka tetap menjadi pribadi santri yang baik. 

Sebenernya saya sendiri nggak yakin bakal ngomong banyak tentang motivasi menjadi santri yang produktif. karena saya nyata-nya masih malas-malasan. Tapi nggak papalah. Saya niati ibadah semoga semuanya bermanfaat.

Setelah selesai saya tutup. saya langsung kembali ke kantor. "Ya Allah mbak.. ! Saya benar-benar minta maaf. Sikap peduli dan naluri kalian sebagai santri lebih tinggi dari pada saya yang kurang peka terhadap tanggung jawab.." sambil jalan dalam hati saya bergerumun.

Hujan berhenti, tepat jam 21.35 WIB. Mereka pun pulang.

"Sesuatu yang baik atau besar dimulai dari kebersamaan.
kebersamaan itu dimulai dari pertemuan atau silaturahhmi yang baik"

0 Response to "Sikap Peduli dalam Naluri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel