TULISAN JALAN

Welcome to ilfan.ID, blognya Santri N'dablek

Stop membodohi diri sendiri


Entah sifatnya atau raganya yang bodoh. Yang jelas ini adalah hal yang tidak seharusnya diluar kerasionalan. Sudah tau hal maksiat, tapi masih saja dilakukan. Bukankah ini hal bodoh.

Nafsu dan akal adalah dua makhluk hidup yang melekat paten di dalam diri manusia. Manusia tanpa akal, apa bedanya dengan hewan yang lain ? Manusia tak punya nafsu, masihkan kita suka dengan ayam goreng atau sejenisnya ? Memposisikan diri didalam kenetralan memang jauh lebih sulit dibanding dengan menghindari zona nyaman. 

Sebab netral selalu berada di dalam kotak kenyamanan dan ambang keraguan. Lebih hati-hati dalam menentukan suatu hal. Tak jarang nal uri dalam diri kita berkata kalau diri ini lebih bodoh dari apa yang sudah dipikirkan secara matang. Misalnya saja pada masalah kecil dan sepele. Sudah tau itu maksiat, sudah tau itu tidak baik, masih saja dilakukan dengan senang hati.

Apakah kita tidak punya kesadaran ? Sadar ketika sudah menyepelekan dan menerima efek dari yang kecil-kecil tadi ?

Sangat normal manusia mempunyai akal dan nafsu, akan tetapi bisa saja menjadi abnormal ketika sudah melewati batas kendali akal dan nafsu. 

Keseimbangan sangatlah berat jika belum terbiasa sama sekali dalam mempraktikannya. Saat sakit kita tak mempunyai apa apa kecuali rasa sabar. Saat sehat, mata memandang terlalu banyak kesempatan sehingga melakukan hal-hal diatas normal. Saat sakit kita sadar minta kesembuhan, saat sembuh kita banyak melakukan nikmat berujung kesakitan. Begitu terus dan seterusnya.

Tidak pernah memanfaatkan kesempatan untuk berpikir positif maju kedepan. Akhirnya secara tidak langsung kita sadar. Bahwa semua yang dilakukan secara berputar hanyalah hal bodoh yang tidak ada manfaatnya namun selalu berharap hikmah dan hikmah.

Jika min dan plus adalah dua poin yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Maka seharusnya kita bisa berada ditengah tengah merangkul keadaan seharusnya. Saat berada di zona minus, akal bisa mengendalikan nafsu, saat berada di zona plus, akal dapat meminimalisir nikmat yang ada. 

Tak cukup hanya berkiprah dalam teori dan ucapan. Tindak nyata sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan hidup.

Karena hal bodoh yang terus berulang dikarenakan ketidakseimbangnya antara ekspektasi dan realita.

***

0 Response to "Stop membodohi diri sendiri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel