Five Minutes For You

Sisihkan Waktumu 5 Menit

Dipagi hari seperti biasanya menuju kantor tepat waktu jam 7 pagi sudah dalam kondisi duduk dengan ditemani segelas teh hangat. sambil memantau halauan proses pembelajaran, disinilah haluan insting ku mulai kurasakan damai.

Mengingat semalam suntuk, mulai kuncoba diskusi dengan penulis-penulis yang tidak bisa dikatakan besar. tetapi beliau ini istiqomah. 

Saat itu saya memang sedang mengeluh, merasa memiliki sesuatu tapi sama sekali tidak terawat. ya itu blog ini ilfan.id, saya mulai me-refresh kembali pikiran sambil mengingat-ingat perjuangan saya mendirikan hobi saya ini. memang apa-apa itu butuh pembiasanan dan istiqomah. Dan yang sulit itu melaksanakan dua hal tersebut.

Istilah 5 Menit.

Bicara soal waktu memang mayoritas masyarakat negeri ini masih sekitar 60% ketepatan waktunya jika di kalkulasi secara keseluruhan. dan ini bukan persoalan bagi sebagian orang. tetapi bisa dikategorikan sesuatu yang amat serius bagi sebagaian orang.



Misal seperti konten writer, konten creator yang harus up to date setiap hari dengan ide-ide cemerlangnya guna menebar manfaat bagi sesasama. 

Mengapa kemudian istilah 5 menit ini muncul. so easy. Maybe ini sesuatu yang simple dan menjadikan patokan utama. sejak saya menempuh jenjang pendidikan tingkat dasar hingga saat mahasiswa pasti 5 menit inilah yang menjadi dasar. 

Dan mirisnya patokan 5 menit ini hanya dijadikan dasar dalam ranah negatif. misal dalam hal rapat, keterlambatan, kedisiplinan. jika 5 menit tidak sampai maka harus bla bla. atau istilah lebih 5 menit tidak sampai tujuan maka harus bla bla bla. kesan ini timbul patokan waktu yang di desain sedemikian rupa menjadi kurang berperan penting dalam acuan dasar dalam ranah kedisiplinan.

5 Menit yang Berharga

Sebenarnya tidak harus 5 menit. satu detikpun sangat berharga. dimensi waktu memang tak ada duanya. sisihkan waktu lima menit saja dalam setiap jadwal aktivitas asal istiqomah ini sudah sangat baik atau bahkan lebih baik. jangan menunggu saat sudah sibuk bekerja atau aktivitas kepadatan jadwal. karena dimensi waktu bersifat abadan abada.

Seorang penulis besar selalu mensisihkan waktu sebelum tidur untuk menuliskan agenda-agenda kedepan terlepas itu terlaksana atau tidak. seorang penghafal al-Qur'an selalu menyisihkan waktu sebelum tidur untuk muraja'ah (Nderes) untuk melanjutkan keesokkan harinya. seorang konten creator pun sebelum tidur selalu menyisihkan waktunya untuk berpikir ide-ide cemerlang agar semakin lebih baik.

Begitu dan seterusnya. bagaimanapun kita me-manajemen waktu. perkara menyisihkan seharusnya ada untuk sekedar refleksi. 

5 menit untuk saya, kamu, dan kita.

***

0 Response to "Five Minutes For You"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel