Cerdas Mental Sejak Dini


Siapa yang tidak punya pengalaman untuk maju di depan kelas ? nervous,  grogi, dan tidak bisa berkata apapun. tubuh bergetar terasa sampai pakaian-pakaian yang melekat pada diri kita sendiri.

Ya itu karena sebuah mental yang kita punya. sebuah mental yang kita rasakan pada saat itu.

Mental mempunyai tahapan-tahapan khusus dari kecil hingga dewasa yang tidak bisa kita pungkiri satu persatu.

www.ilfan.id


Saat kecil mungkin kita belum bisa membina sebuah mental. kita masih terpaku dengan lingkungan atau kenyataan kenyataan hidup yang ada di sekeliling kita.

Contohnya seperti saat kita maju di depan kelas, kita belum mempunyai pikiran yang jernih bahkan kita hanya bisa menghafal sesuatu sehingga hal itu akan menjadi lebih baik saat kita menunjukkannya di depan umum.

Karakter mental dalam seseorang itu memang sangat berbeda-beda. saya sendiri misalnya, saat kecil sama sekali tidak punya mental untuk berbicara dan maju di depan umum. itu memang butuh dilatih satu persatu.

Bagaimana cara saya maju, bahkan saya pun tidak bisa berdiri tenang untuk berbicara di depan umum. untuk melatih itu semua, saya biasanya menggunakan teknik berjalan di depan umum sehingga tidak terlihat apakah suara saya bergetar atau tubuh saya bergetar.

Dan Saya diajarkan untuk memandang itu semua sebagai sesuatu yang tidak perlu dilihat.

Saat dewasa pun, jika kita berbicara dengan mental belum tentu semua mempunyai mental yang baik. Speaking public misalnya.

Orang yang mempunyai jiwa jiwa berani berbicara di depan umum hanya mereka yang mau melatih dirinya sendiri untuk berbicara didepan, tidak ada yang lain kecuali dari diri kita sendiri.

Suatu ketika, ketika saya diminta untuk menyelesaikan sesuatu. Namun saya sendiri tidak bisa, tidak mengerti, tidak tahu apa yang harus saya lakukan pada saat itu. Saya mempunyai kekuatan mental yang mungkin saya lakukan dengan sebuah keyakinan.

Dan itu akhirnya terjadi Meskipun tidak maksimal.

Kelemahan seseorang saat tidak memaksimalkan mental  dirinya yaitu kita menguasai sebuah teori, menguasai sebuah analisa deskriptif yang sudah terancana, terorganisir, dan tersusun dengan baik namun akhirnya itu akan gagal ketika kita sudah tampil di depan umum.

mengapa itu terjadi?

Karena kita hanya fokus ke dalam satu materi atau teori saja. Kita tidak pernah memperdulikan apakah diri kita siap, apakah diri kita mampu untuk melaksanakan itu, apakah diri kita mampu untuk menyampaikan di depan publik dengan suara yang lantang, dengan suara yang keras, yakin terstruktur,  dan percaya diri.

sejak dini mental memang harus dibina dengan sedemikian rupa, harus dilatih, dan  bukan menjadi teori lagi. tetapi kita harus benar-benar melaksanakannya untuk kebutuhan leadership yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Saya yakin sesuatu yang dibina atau dilatih sejak dini itu akan menghasilkan buah yang manis. Saya saat kecil pernah tidak bisa bilang huruf "R" .

Tetapi saat itu saya latih di depan kaca, memperhatikan gerak lidah saya. Saya memperhatikan betul saat teman-teman saya mengucapkan kata "R", saya memperhatikan gerak lidah teman saya yang begitu cepat, dan itu saya laksanakan di depan kaca berulang-ulang. Akhirnya saya bisa mengatakan huruf "R".

Hingga saat ini saya bisa mengatakan "R".
tentunya ini adalah sebuah character building yang harus kita bangun oleh diri kita sendiri. revolusi mental membawa kita untuk membangun diri kita menjadi yang lebih baik.

0 Response to "Cerdas Mental Sejak Dini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel