Sang Introvert bukan anti sosialis

Dunia ini memang abstrak. namun dunia ini juga nyata. kalian boleh untuk memilih salah satunya atau keduanya atau tidak keduanya seperti para filsuf pada umumnya untuk mencari "nyata" yang dianggap benar dan "nyata" yang dianggap tidak benar. 

alur kehidupan yang kita jalani sekarang selalu beriringan dengan aspek psikologis. psikologi seolah kabut selimut yang mengikuti kita saat dalam keadaan suka dan duka. ada kalanya seseorang cenderung lebih menutup diri, namun mempunyai misi dan tujuan dan jelas. adakalanya seorang lebih terbuka untuk menarik perhatian publik dari sisi manapun.

maybe I'm, kamu dan kalian semua pernah merasakan disposisi seperti ini. tentunya tidak stagnan. ada waktunya berubah secara berangsur-angsur. Namun hal ini tidak dengan sang Introvert.

ya, sang introvert, jika kita mau bicara definisi. banyak sekali yang sudah berkeliaran di google search engine. singkatnya introvert adalah seorang yang lebih suka, lebih senang, dan lebih nyaman dengan keadaan menutup diri dengan publik. publik disini bisa diartikan sebagai teman, sahabat, dan lain sebagainya. 

kebanyakan orang-orang menganggap sebagai anti sosialis. susah diajak ngobrol, becandaan, dan bawaannya selalu serius terhadap segala sesuatu. bukan tanpa alasan. salah besar jika seorang introvert dianggap tidak mempunyai teman baik di dunia nyata maupun maya. inilah yang sering terjadi dikalangan kelompok tertentu. 

sang introvert cenderung lebih memilih teman yang mampu dianggapnya se visi dan bisa membuat lebih nyaman dan tenang. mereka bukan antisosialis tetapi di satu sisi mereka tidak suka dengan keramaian. apalagi keramaian yang tidak ada kaitannya dengan passion (kepribadian) mereka.

saat berkumpul dengan teman-temannya biasanya seorang introvert lebih banyak diam dari pada ikut bersosialisasi dengan temannya. ia tidak mempunyai energi yang ekstra untuk berkecipung kepada tema pembahasan diskusi atau sekedar ngobrol-ngobrol santai. saat sebuah percakapan dimulai. ia hanya menjadi pendengar yang baik dan biasanya mampu mencermati dan membuat kesimpulan secara tepat meskipun tidak untuk dilontarkan kepada khalayak umum.

disisi lain, ia lebih memilih seorang tertentu untuk dijadikan lawan bicara saat sebagian dari mereka sedang asyik ngobrol ngalor ngidul dan tertawa lepas. hal ini bukanlah bentuk dari kelainan psikologis, namun passion yang bisa jadi karena pengaruh lingkungan menjadikannya sebagai seorang introvert. 

jika ada introvert, tentu ada yang namanya ekstrovert. kebalikan dari introvert. seorang ekstrovert biasanya akan mempunyai energi besar jika dalam keramaian. mudah membangun alur percakapan baru (bersosialisasi) dan merasa nyaman dengan teman sebayanya. ia akan mudah bosan jika tidak mempunyai kegiatan atau melakukan kegiatan sendirian. ini juga normal dan orang-orang pada umumnya seperti ini. 

justru introvert merasa tidak dapat melakukan apapun saat keramaian itu menyelimuti. cenderung diam dan tidak tidak memiliki energi yang segar tapi cenderung dapat mengendalikan suasana dan tetap dapat tenang untuk beradaptasi dengan lingkungan. tapi sekali lagi yang perlu digaris bawahi adalah sang introvert bukan seorang yang anti sosialis.

bahkan dengan sikapnya yang tenang mereka dengan mudah merangkul dan membangun pertemanan dengan gaya dan passionnnya sendiri. hanya saja mereka cenderung tidak ingin membuka diri jika bukan orang yang tidak dikenal secara dekat. seperti orangtua dan keluarga misalnya.

kebanyakan sang introvert lemah dalam berkomunikasi, pemikirannya luas namun terstruktur dan padat, suka mem-filter segala sesuatu sebelum bertindak ke dalam sebuah keputusan, dan suka berhati-hati terhadap segala hal.

0 Response to "Sang Introvert bukan anti sosialis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel