Kelam dalam sebuah Pernyataan


Keadaan tidak selalu berdampingan dengan kenyataan. Nampak segala sesuatu yang terlihat dalam pikiran, terlihat nyata pula. Andaikan itu semua dapat terungkap dalam jujurnya mata. Mungkin ini akan menjadi gambar indah luar biasa.

Imajinasi, halusinasi, dan ekspektasi menggambarkan diri untuk saling mengeti. Mengerti antara hubungan jiwa, ruh, dan alam. Betapapun banyaknya syarat yang sudah dijalankan belum tentu sebanding dengan apa yang diharapkan.

Plan-plan terencana dengan jelas. Namun sangat sulit mencoba bangaimana mengimplementasikannya. Bingung untuk menggerakkan, Tak ada dzuriyyah yang bisa di taqliti.

Berjuang sendirian. Menanggung sendirian. Seorang diri yang harus mampu melawan egonya sendiri. Saat tidak tepat untuk melangkah, kini pun harus dilakukan, saat waktu berlari berputar, kinipun harus sabar, saat sedang sedih merana, kinipun harus gembira. begitu, begitu, dan begitu seterusnya.

Stress yang muncul. Men-justice bahwa kehidupan ini selalu tidak adil. padahal ini semua sudah ada porsinya. Ketidakmampuan diri dalam mengambil langkah cersdas kini terhambat dengan segudang impian yang hanya menuai angan-angan saja.

Takut melangkah karena sifat psikologi yang mengarungi. Tersenyum dengan segala kegelisahannya

Kelam. Semua butuh dan berhak mendapatkan kepuasannya masing-masing. Di saat itulah rasa terbentuk dengan sukarela.

Di telan kemenangan.

***
Muhammad Ilfan Fauzi
Muhammad Ilfan Fauzi Personal blog, Lifestyle, and Introvert tapi bukan berarti diam

No comments for "Kelam dalam sebuah Pernyataan"

Berlangganan via Email