Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kritik itu nikmat bukan penghambat


Seorang penyair mengatakan,


Jika seorang berhasil menggapai puncak langit kemuliaan

Maka musuhnya adalah bintang-bintang dilangit kedengkian.

Bila engkau manusia yang mulia, maka engkau akan selalu didengki.

Namun kalau kau miskin tak berharga, mana mungkin ada yang mendengki


Zona kritik itu tidak akan ada habisnya. Seberapa besar posisi kalian, maka ini akan muncul begitu saja. Menerima kritik merupakan cerminan jika kalian adalah orang yang bermartabat dan mulia.


Sebab tidak ada bangkai hewan yang ditendang oleh manusia. Begitu pula dengan orang yang tidak berharga, pastilah ia akan jauh dari sasaran dengki.


Semakin pedas kritik yang kalian terima, semakin besar pula harga diri kalian.


Perkara mulut, kita banyak belajar. Banyak sekali manfaat yang dipelajari. Manakala kalian merasa dikritik, itu bukanlah hinaan. Namun itu adalah kekuatan.


Kalian seorang yang mulia sebagai guru, santri, mahasiswa, dan prosfesi lainnya. Tidak mungkin jika tidak menerima kritik. Iri terhadap hasil pencapaian. Tidak suka dengan gerak girik langkah. Ini pasti akan dihadapi


Kritik itu nikmat. Sebuah terma kalau kalian masih begitu banyak diperhatikan oleh teman sebaya.


Kritik itu motivasi. Mendapatkan kesempatan gratis manakala kita ingin melihat kekurangan diri kita.


Kritik itu syukur. Allah sedang memberikan media pengetahuan melalui perantara makhluknya yang bernama manusia


Kritik bukanlah penghambat. Melalui inilah energi dan cita semangat kalian akan


Sekilas, jika mendengarkan kritik. Sakit rasanya. Sebab spontan kita berpikir, tak punya energi, karya yang dianggap jelek, dianggap biasa-biasa saja.


Saat kalian menjadi murid, mungkin guru kalian 


Jika demikan, skenario Allah mana ada yang tahu ? Bukankah ilmu tak memandang usia ?


Soal ilmu memang sangat komprehensif. Bisa didapatkan dari mana saja. Pengalaman, bangku sekolah, alih profesi, dan lainnya.


Pada hakikatnya nanti kita akan menekuni satu keilmuan. Sedangkan lainnya hanya bersifat pengetahuan umum. Baik itu keilmuan yang kalian tekuni, maupun hanya sekedar hobi. Barangkali hobi inilah yang akan membawa kalian ke jalan profesi yang benar.


Manakala kritik pedas itu muncul, gelisah itu pasti. Walau terkadang kita mampu membendungnya.


Ali ibn Abu Talib mengatakan,


"Semoga jalan keluar terbuka, semoga kita bisa mengobati jiwa dengan doa.

Janganlah engkau berputus asa, manakala kecemasan yang menggenggam jiwa menimpa.

Saat paling dekat dengan jalan keluar adalah ketika telah terbentur pada putus asa"


Jangan bersedih, cobaan bisa saja pergi, rasa sakit bisa sirna, dosa akan terampuni, orang yang maksiat akan taubat. Dan orang fakir akan menjadi kaya.


Hujan deras pun akan ada waktunya untuk reda. Langit yang mendung akan berubah menjadi biru, sinar yang redup akan kembali bercahaya.


Pelajarilah atas berbagai kritikan kritikan itu, basuhlah dengan akhlak yang mulia, niscaya kau akan paham, apa sebenernya isi yang ada di dunia.


Kritik itu nikmat bukan penghambat.




***

Ilfan ID
Ilfan ID Anak bungsu, santri yang terus belajar ilmu dan belajar mengamalkan ilmu

Posting Komentar untuk "Kritik itu nikmat bukan penghambat"

Berlangganan via Email