Saya masih suka buku cetak



Sekarang, hampir semua fungsional yang berbentuk fisik bisa di elektronikkan.

Buku misalnya, kini sebagain kalangan lebih menyukai e-book dari pada hardbook (buku cetak).

E-book dipandang lebih simpel, lebih mudah, lebih murah, dan dapat dibawa kemana saja.

Cukup bermodalkan smartphone atau sejenisnya. E-book sudah bisa disimpan hingga puluhan e-book yang kamu mau.

Terus gimana dong nasibnya buku cetak yang lebih dulu ada dari pada e-book

Buku cetak sendiri menurut saya lebih bagus dari pada e-book. Buku cetak menampakkan wujud fisik secara nyata dan feel-nya lebih terasa saat saya atau kamu memilikinya.

Apapun bentuknya, jelas keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan.

Buku Elektronik

E-book sendiri mempunyai banyak kemudahan seperti yang sudah saya jelaskan di atas. 

Namun, iya juga memiliki kekurangan seperti memanjakan mata untuk terus melihat layar LCD. Jika tulisannya cukup banyak, maka ini sangat mengganggu dan dapat mengurangi kinerja mata.

Dengan adanya efek radiasi layar, maka dapat berakibat  mata menjadi cepat lelah, perih, bahkan panas.

Dengan begini, Solusi yang ditawarkan adalah mengatur brighness cahaya, seperti mengubahnya menjadi mode baca dan dark mode.

Jika kalian lebih suka instan dalam berbagai hal mengenai buku, maka e-book adalah pilihan terbaik. Mudah, dapat dibuka dan dibawa kemana saja.

Buku Cetak

Buku yang mempunyai peran penting sejak zamannya hingga saat ini. Tidak sedikit yang masih memiliki keinginan untuk memiliki buku cetak

Buku cetak dapat membuat peminatnya merasa memiliki. Lebih gampang untuk dicari dari pada buku elektronik.

Dengan durasi membaca yang cukup lama, buku cetak tidak akan membuat mata menjadi lelah. Hal ini disebabkan mata kita sudah terbiasa dengan benda-benda yang berwujud fisik. 

Bisa dilihat dan dipegang.

Berarti buku cetak tidak punya kekurangan dong ?

Segala sesuatu pasti punya kekurangan. Jelas kekurangannya tidak seperti buku-buku elektronik yang membawa banyak kemudahan

Selain itu, menurut saya pribadi, buku cetak dengan kertas warna putih, dapat mata terlalu fokus dan menjadi lelah juga.

Jika tidak pandai-pandai merawatnya, maka buku cetak akan rentan rusak, kotor, berdebu.

Buku cetak dengan kertas coklat atau kuning terkesan lebih sederhana, elegan, dan memanjakan mata.

Jadi kamu lebih memilih yang mana ? Saya sendiri lebih pro ke buku cetak. Masih suka buku cetak dari pada e-book.

Masih memiliki mimpi untuk memiliki perpustakaan pribadi di rumah sendiri. 

***


Muhammad Ilfan Fauzi
Muhammad Ilfan Fauzi Personal blog, Lifestyle, and Introvert tapi bukan berarti diam

3 comments for "Saya masih suka buku cetak"

Post a Comment

Berlangganan via Email