Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Surat Kecil Untukmu 2020

 


Untukmu 2020

2020, mungkin ini adalah waktu yang tepat ku kirimkan surat untukmu. Satu hari sebelum menjelang akhir dipenghujung persinggahanmu. Aku hanya ingin mengatakan, yang aku tahu, kamu adalah bagian angka yang paling indah.

Model angka seperti dirimu banyak dikagumi oleh orang-orang. 2020, yang aku dengar, model angka seperti ini selalu digunakan untuk banyak hal. Tak salah jika kamu dianggap yang paling romantis. Angka sepertimu banyak digunakan di acara-acara sakral maupun tidak. Ya aku tahu, aku tidak perlu menyebutnya. Tetapi aku sadar, memang inilah yang sedang terjadi.

2020, aku tidak sedang memujimu. Karena angka sepertimu sudah sangat menarik dipandang mata. Tetapi ada satu hikmah yang aku pelajari dari kekuatan dirimu. Hikmah itu muncul saat kau terus erat memeluk bumi yang indah ini.

Sebelum benar-benar kau lepaskan pelukanmu esok. Izinkan aku untuk menyampaikan sesuatu kepadamu. 2020, saat pertama kali kau datang, begitu banyak bencana alam yang menimpa di muka bumi ini. Aku sendiri sudah tak mampu menghitungnya betapa banyak keragaman bencana yang datangkan.

Saat dimana kelompok masyarakat mulai panik. Mencoba waspada dengan dirinya sendiri. Aku tahu ini bukan salahmu, tetapi aku juga tak sanggup melihatmu ter-bully secara terus menerus. Ditengah-tengah gentingnya, tetapi ada juga yang memujimu. Kata mereka, kau berhasil mengistirahatkan bumi ini dari berbagai bentuk polusi udara.

2020, ada sesuatu yang menarik yang membuatku terkesan kepadamu. Kau begitu kuat, meski tidak banyak yang memujimu. Tapi namamu hingga saat ini tetap kokoh 2020. Walau ada pula yang menjuluki sebagai tahun pandemi, aku merasakan bahwa dirimu tetap teguh pendirian 2020.

Tidak hanya berhenti sampai sini, kalender tahun Masehi yang biasa ku dengar berjumlah 12 bulan, kini berubah menjadi 4 bulan. Januari, Februari, Pandemi, Desember. Rasa-rasanya cepat sekali, walau sekarang Desember, sebagain masih ada yang merasakan ini adalah bulan Maret.

2020, mungkin bisa dikatakan bahwa aku belajar kepadamu itu sama halnya aku belajar kepada sunnatullah. Tidak ada yang bisa aku tentang indahnya alam semesta ini.

2020, andai saja kamu diibaratkan seperti wujud manusia, mungkin aku melihatmu seperti lelaki tampan atau wanita cantik. Punya sikap sabar, baik, dan akhlak terpuji. Manusia mana si yang tidak pengen kepada wanita cantik atau lelaki tampan yang berakhlak baik ?

Manusia memiliki akal dan nafsu. Jika tertarik kepada lawan jenis itu normal-normal saja. Aku menggambarkan keragaman bencana-bencana itu datang karena banyak yang ingin dekat denganmu. Entahlah, hanya imajinasiku saja yang terlalu tinggi. Aku selalu mengambil sudut pandang positif untukmu 2020.

Wahai 2020, pepatah mengatakan, semakin tinggi pohon, semakin tinggi pula angin menerkam. Semakin baik eksistensi dirimu, semakin besar pula cobaan-cobaan itu datang kepadamu. Aku sedang tidak menasihatimu. Justru banyak pelajaran yang kupetik dari jejak langkamu selama satu tahun ini.

2020, melalui tulisan ini, jika memang kau digariskan oleh Tuhan untuk mengingatkan kepadaku tentang perjuangan di garis lika-liku kehidupan, maka sampaikan salamku kepada-Nya terima kasih telah mendidikku dengan rasa Syukur yang apabila diterima dengan keikhlasan, maka akan terus ditambah nikmat-nikmat-Nya.

2020, You are everything and you are what you think

Ilfan ID
Ilfan ID Anak bungsu, santri yang terus belajar ilmu dan belajar mengamalkan ilmu

Posting Komentar untuk "Surat Kecil Untukmu 2020"

Berlangganan via Email