BLANTERORIONv101

Pandangan Kaum Sufi tentang Mahabbah dan Ma'rifah

4 Agustus 2022


​Kaum Sufi menganggap bahwa mahabbah dan ma'rifah berjalan berdampingan. Layaknya fiqh dan ushul fiqh yang saling berhubungan. Ada kaum Sufi yang mengatakan bahwa ma'rifah datangnya lebih dahulu dari pada mahabbah. Hal ini dikarenakan seorang Sufi harus mengenal Tuhan sebelum mencintainya.

Namun ada juga yang berpandangan bahwa mahabbah datangnya lebih dahulu. Hal ini dikarenakan ma'rifah merupakan maqam tertinggi yang bisa dicapai oleh orang yang cinta kepada Allah. Dikatakan bahwa Allah Swt tidak akan membuka hijab-Nya jika seorang Sufi belum benar-benar cinta kepada Allah Swt.

Menurut ajaran kaum Sufi, mahabbah dan ma'rifah merupakan gambaran kedekatan Sufi dengan Allah Swt. Berkaitan dengan ini, Rabi'ah Al-Adawiyah pernah berkata:

"Buah ilmu rohani adalah agar engkau palingkan mukamu dari makhluk, supaya engkau dapat memusatkan perhatianmu hanya kepada Allah saja, karena ma'rifah itu mengenal Allah dengan sebaik-baiknya"

Suatu ketika Rabi'ah pernah ditanya:

"Apakah kau melihat Tuhan yang kau sembah?"

Ia menjawab: "Jika aku tidak melihat-Nya maka tidak akan menyembah-Nya"

Dari pernyataan di atas dapat ditafsirkan secara sederhana bahwa seorang Sufi menyembah Tuhan karena merasakan keberadaan Dzat Yang Maha Agung. Dzu Al-Nun mengklasifikasikan ma'rifah kepada tiga tingkatan:

  1. Ma'rifah awam yaitu mengetahui Tuhan dengan perantara ucapan syahadat
  2. Ma'rifah ulama yaitu mengetahui Tuhan dengan logika akal
  3. Ma'rifah sufi yaitu mengetahui Tuhan dengan perantara sanubari

Sedangkan al-Sarraj membagi mahabbah dalam tiga tingkatan yaitu:

  1. Cinta biasa yaitu selalu mengingat Tuhan
  2. Cinta orang yang siddiq yaitu cinta yang dapat menghilangkan tabir antara manusia dan Tuhan, dengan menghilangkan kehendak dan sifat-sifanya sendiri, sedangkan hatinya penuh dengan perasaan cinta kepada Tuhan dan selalu Rindu kepada-Nya
  3. Cinta orang yang 'arif yaitu cinta yang mengetahui betul terhadap Tuhan. Adapun yang dilihat bukan lagi cinta, akan tetapi diri yang dicintai.

Begitulah pandangan kaum Sufi mengenai mahabbah dan ma'rifah. tentu terdapat hal-hal yang perlu kita ambil hikmah dibalik keistimewaan kaum Sufi kepada Allah Swt.

Ilfan ID
Setiap ide adalah bagian dari karya yang paling berharga

Komentar